Rindu Ramadhan, Rindu Rumah

Hai semuanya..

Umat muslim di Indonesia sedang menunggu bulan yang berkah bulan yang sangat dinantikan. Bulan Ramadhan. Saya juga sangat menantikan. Apalagi kalau sahurnya dibangunin bapak. Setiap jam setengah 4 pagi, setelah bapak selesai solat pasti ke kamar anak-anaknya ngebangunin satu-satu. Saya rindu itu. Tapi setelah semester akhir kuliah, puasanya di perantauan, kebayangkan ya.. Mulai dari dirumah udah ada masakan tinggal makan, dibangunin bapak sahur. Sedangkan waktu dirantau, mau sahur beli makan, masak nasi. Pertama ngrasain nangis. Iya nangis. Seminggu sebelum lebaran baru pulang kerumah. Waktu itu saya berharapnya tahun depan saya bisa puasa bareng bapak ibu lagi. Ternyata sama. Harus puasa dirantau karena ngejar Tugas Akhir. Oke. Berharap lagi tahun depan bisa puasa bareng. Nggak bisa juga karena alhamdulillah saya sudah bekerja yang lumayan jauh kalau naik kereta 😨

Tapi alhamdulillah-nya bapak ngerti anaknya. Setiap jam 3 pagi waktu sahur di telepon dibangunin dengan nada bercanda ala bapak. Kalau nggak ya ibu yang telepon. Awal puasa pertama selalu nangis sedih kenapa harus nggak ada temen sahur. Hahaha oke abaikan alaynya. Tapi setelah ditelepon bapak/ibu, saya ngerasa lega. Saya nggak sendiri. Karena sesungguhnya saya adalah orang yang sedih saat puasa sendirian. Kalian yang anak rumahan dan tiba-tiba jauh dari rumah, pasti ngerasain hal yang sama walau ngga selebay saya..

images

Source : google.com

Ngomong-ngomong, selamat menjalankan ibadah puasa ya bagi umat muslim yang menjalankan. Semoga puasa kita lancar sampai hari kemenangan. Sampai finish!

β€œJangan panggil aku perempuan sejati jika hidup hanya berkalang lelaki…
Namun bukan berarti aku tak butuh lelaki untuk aku cintai…”
― Pramoedya A. Toer

Bahagia

Kamu tau arti bahagia?
Bahagia itu ketika semua rasa tercurah saat ada kamu. Ketika kamu datang dihadapan orang tuaku. Memintaku pada mereka. Menyerahkan tanggung jawab mereka kepadamu. Dengan beribu jarak telah kita tempuh bersama. Sedih, bahagia, canda, tawa, jatuh, bangkit kita selalu bergandeng tangan. Selalu meyakinkan. Banyak yang tak yakin dengan kedekatan kita, tentunya karna perbedaan sifat dan tingkah kita. Tapi krna perbedaan itulah yang mampu membuat bahagia.
Kau bilang “apa kau siap dengan apa yang ada di hadapan kita nanti?” dengan yakin aku menjawab “denganmu aku siap dan yakin melewatinya selama kita terus berpegang tangan”. sungguh kau meyakinkanku tiada henti. “Tak hanya itu, selama aku mampu. aku akan selalu meyakinkanmu. Kita harus bahagia.” Kesederhanaanmu membuatku selalu berdecak kagum. Pendiam, keras kepala, pekerja keras, perfeksionis, usil. Itu yang ku tahu tentangmu. Segala pekerjaan yang kamu lakukan selalu harus selesai dengan indah. Seorang yang tak hentinya beranjak dari barisan kode pemrograman, dari fajar hingga ufuk barat. Semua kau tuliskan kau tuangkan untuk mendapat sebuah tujuan membangun masa depan. Kamu yang selalu aku kagumi, sosok yang terkadang acuh dengan hembusan nafas sekitar. Tapi tidak dengan orang yang kamu sayang.
Saat orang bertanya apa yang membuatku jatuh hati padamu? Aku selalu menjawab tak tahu. yang aku tahu hanya kamu yang membuatku jatuh cinta berkali-kali. Membuatku menyairkan sayang setiap detik. Mengungkapkan cinta melalui tulisan. Meskipun aku sama denganmu satu jurusan denganmu, tapi aku tak tertarik berhadapan dengan barisan kode yang kurang bersahabat dengan jariku. Aku lebih tertarik menuliskan sajak tentang perangaimu. Perangai yang ku kagumi setelah pangeran pertamaku. Bapak.
Dengan kamu yang suka dengan kuliner, makanan, kudapan. Sama. Hingga makanan apapun yang bisa kita lakukan, kita olah makanan itu bersama. Terkadang jadi salah satu kejutan kecil hanya untuk menghangatkan suasana kedekatan kita. Bagiku, itu sangat berarti. Hal-hal kecil yang seperti itu membuatku rindu saat kita jauh. Saat kita berbeda wilayah. Karena sepiku sudah kau penuhi dengan canda, kau penuhi dengan keusilanmu. Memang tak pernah ada hentinya saat bercerita tentangmu. Kamu yang selalu mengusili kehidupanku, merubah duniaku menjadi tawa. Itulah bahagia. πŸ™‚

Kita

satu, kau letakkan hati ini menyatu denganmu
dua, kau berikan segala perhatian dan kasihmu nyata
tiga, kau sandarkanku dibahumu tuk lalui segalanya bersama
empat, kau tunjukkan jalan setapak berbatu hingga tak sempat
lima, kau dekap erat tanganku meyakinkan
enam, kau menguatkan saat ku terbenam
tujuh, kau selalu mengingatkan apa yang akan kita tuju
delapan, kau memberikan secercah harapan
sembilan, kau menuntun menuju pelaminan
sepuluh, melewati hidup tak berarti tanpa peluh

satu hingga sepuluh adalah kita..
kita..
ada karena aku dan kamu melengkapi
kita..
ada karena aku dan kamu berpegang teguh
kita..
ada karena janji yang kita ucapkan tuk saling menyatu
menyatukan berbagai kelemahan menjadi kekuatan
menyatukan berbagai kekurangan menjadi kelebihan
menyatukan berbagai kesedihan menjadi kebahagiaan
hingga kuat dan bersinar dengan

kita

mahasiswa salah jurusan tetap harus bisa wisuda..salah jurusan belum tentu salah masa depan.. :’D

Setiap kata pasti mempunyai makna. Termasuk kata ini. Singkat namun kuat.. hoeeeyy kalian yang merasa salah jurusan, keep fight yaaaa πŸ˜€ yakinlaaahh.. orang tua kalian juga pasti bangga liat kalian wisuda. Justru jangan berhenti, berlarilah, agar cepat selesai.. semangat yaa yg sama-sama salah jurusan πŸ˜€ ^^